Sabtu, 16 Oktober 2010

TELAAH KURIKULUM AL-QUR'AN HADITS KELAS IV SEMESTER II MADRASAH IBTIDAIYAH

TELAAH KURIKULUM AL-QUR'AN HADITS
KELAS IV SEMESTER II MADRASAH IBTIDAIYAH


I. PENDAHULUAN
Dalam konteks madrasah, agar lulusannya memiliki keunggulan kompetitif dan komparatif, maka kurikulum Madrasah perlu dikembangkan dengan pendekatan berbasis kompetensi. Hal ini dilakukan agar madrasah secara kelembagaan dapat merespon secara proaktif berbagai perkembagan informasi, ilmu pengetahuan, teknologi dan seni, serta tuntutan desentralisasi. Dengan cara seperti itu, Madrasah tidak akan kehilangan relevansi program pembelajarannya.
Selanjutnya basis kompetensi yang dikembangkan di Madrasah harus menjamin pertumbuhan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah Swt, pengusaan ketrampilan hidup, pengusaan kemampuan akademik, seni, dan pengembangan kepribadian yang paripurna. Dengan petimbangan ini, maka disusun kurikulum nasional Pendidikan Agama di Madrasah yang berbabasis kompetensi dasar yang mencerminkn kebutuhan keberagaman peserta didik Madrasah secara nasional. Standar ini diharapkan dapat dipergunakan sebagai acuan dalam mengembangkan kurikulum Qur’an Hadist di Madrasah sesuai dengan kebutuhan daerah / Madrasah.
Oleh karena itu, peranan dan efektifitas pendidikan agama di Madrasah sebagai landasan bagi pengembangan spiritual terhadap kesejahteraan masyarakat mutlak harus ditingkatkan, karena asumsinya adalah jika pendidikan agama (Yang meliputi Al-Qur’an dan Hadist, Aqidah dan Aklaq, Fiqih dan Sejarah Kebudayaan Islam) yang dijadikan landasan pengembangan nilai spiritual dilakukan dengan baik, maka kehidupan masyarakat akan lebih baik.
Pendidikan Al-Qur’an dan Hadist di Madrasah Ibtidaiyah sebagai landasan yang integral dari pendidikan Agama, memang bukan satu-satunya faktor yang menentukan dalam pembentukan watak dan kepribadian peserta didik, tetapi secara substansial mata pelajaran Al-Qur’an dan Hadist memiliki kontribusi dalam memberikan motifasi kepada peserta didik untuk mempraktekkan nilai-nilai keyakinan kegamaan (tauhid) dan Ahlaqul karimah dalam kehidupan sehari-hari.
Mata pelajaran Al-Qur’an Hadist adalah bagian dari mata pelajaran Pendidikan Agama Islam pada Madrasah Ibtidaiyah yanbg dimaksud untuk memberikan motivasi, bimbingan, pemahaman, kemampuan dan penghayatan terhadap isi yang terkandung dalam Al-Qur’an dan Hadist sehingga dapat diwujudkan dalam pertilaku sehari – hari sebagai manifestasi iman dan taqwa kepada Allah Swt.

II. PEMBAHASAN
Sesuai dengan kerangka pikir diatas, Kurikulum Al – Qur’an dan Hadist Madrasah Ibtidaiyah ( MI ) dikembangkan dengan pendekatan sebagai berikut:
1. Lebih menitikberatkan target kompetensi dari penguasaan materi.
2. Lebih mengakomodasikan keragaman kebutuhan dan sumber daya pendidikan yang tersedia
3. Memberikan kebebasan yang lebih luas kepada pelaksana pendidikan dilapangan untuk mengembangkan dan melaksanakan program pembelajaran sesuai dengan kebutuhan.

Kurikulum Al-Qur’an dan Hadist MI yang dikembangkan dengan pendekatan tersebut diharapkan mampu menjamin pertumbuhan keimanan dan ketaqwaan terhadap Allah SWT, peningkatan penguasaan kecakapan hidup, kemampuan bekerja dan bersikap ilmiah sekaligus menjamin pengembangan kepribadian Indonesia yang kuat dan berakhlaq mulia.
Pembelajaran Al Qur’an-Hadist di Madrasah Ibtidaiyah bertujuan untuk memberikan kemampuan dasar kepada peserta didik dalam membaca, menulis, membiasakan dan menggemari Al Qur’an dan Hadist serta menanamkan pengertian, pemahaman, penghayatan isi kandungan ayat-ayat Al Qur’an-Hadist untuk mendorong, membina dan membimbing akhlaq dan perilaku peserta didik agar berpedoman kepada dan sesuai dengan isi kandungan ayat – ayat Al Qur’an dan Hadist.
Mata pelajaran Al Qur’an – Hadist pada Madrasah Ibtidaiyah berfungsi:
1. Menumbuhkembangkan kemampuan peserta didik membaca dan menulis Al Qur’an Hadist;
2. Mendorong, membimbing dan membina kemampuan dan kegemaran untuk membaca Al Qur’an dan Hadist;
3. Menanamkan pengertian, pemahaman, penghayatan dan pengamalan kandungan ayat – ayat Al Qur’an dan Hadist dalam perilaku peserta didik sehari – hari
4. Memberikan bekal pengetahuan untuk mengikuti pendidikan pada jenjang yang setingkat lebnih tinggi ( MTs ).
Ruang lingkup pengajaran Al Qur’an – Hadist di Madrasah Ibtidaiyah meliputi:
1. Pengetahuan dasar membaca dan menulis Al Qur’an
2. Hafalan surat – surat pendek
3. Pemahaman kandungan surat – surat pendek
4. Hadist – hadist tentang kebersihan, niat, menghormati orang tua, persaudaraan, silaturrahim, taqwa, menyayangi anak yatim, shalat berjamaah, ciri – ciri orang munafik dan amal shaleh.

Ringkasan materi pokok pembahasan Al Qur’an Hadist kelas IV semester II adalah sebagai berikut:




STANDAR KOMPETENSI KOMPETENSI DASAR
4. Memahami arti surat pendek dan hadis tentang niat dan silaturahmi 4.1 Mengartikan surat al-Lahab
4.2 Menjelaskan isi kandungan surat al-Lahab secara sederhana
4.3 Menerjemahkan isi kandungan hadis tentang niat dan silaturahmi
4.4 Menjelaskan isi kandungan hadis tentang niat dan silaturahmi secara sederhana
5. Menerapkan kaidah-kaidah ilmu tajwid 5.1 Memahami hukum bacaan idgham
bighunnah, idgham bilaghunnah, dan iqlab
5.1 Menerapkan hukum bacaan idgham bighunnah, idgham bilaghunnah, dan iqlab

III. ANALISIS
Dengan pertimbangan secara seksama, kami dapat menelaah kurikulum Al-Al-Qur'an Hadits kelas IV semester II sebagai berikut:
Aspek Tujuan
Standar kompetensi mata pelajaran Qur’an Hadist berisi sekumpulan kemampuan yang harus dikuasai peserta didik selama menempuh mata pelajaran Al Qur’an Hadist di MI. Kemampuan ini berorientasi kepada perilaku efektif dan psikomotorik dengan dukungan pengetahuan kognitif dalam rangka memperkuat keimanan, ketaqwaan, dan ibadah kepada Allah SWT. Kemampuan – kemampuan yang tercantum dalam Standar Kompetensi ini merupakan penjabaran dari kemampuan dasar umum yang harus dicapai peserta didik di tingkat MI. Kemampuan – kemampuan tersebut meliputi:
a. Mampu Mengartikan surat al-Lahab
b. Mampu Menjelaskan isi kandungan surat al-Lahab secara sederhana
c. Mampu Menerjemahkan isi kandungan hadis tentang niat dan silaturahmi
d. Mampu Menjelaskan isi kandungan hadis tentang niat dan silaturahmi secara sederhana
e. Mampu Memahami hukum bacaan idgham bighunnah, idgham bilaghunnah, dan iqlab
f. Mampu Menerapkan hukum bacaan idgham bighunnah, idgham bilaghunnah, dan iqlab
Aspek Materi
Banyak beberapa hal yang perlu kita perhatikan di dalam isi materi kurikulum Al Qur’an dan Hadist Kelas IV semester II antara lain:
a. Isi materi membahas tentang cerita Abu Lahab dan isterinya yang menentang Rasul s.a.w. Keduanya akan celaka dan masuk neraka. Harta Abu Lahab, tak berguna untuk keselamatannya demikian pula segala usaha-usahanya.
b. Isi materi Al-Qur'an dan Hadits cukup menarik, karena menjadikan anak mampu mendorong, membimbing dan membina kemampuan dan kegemaran untuk membaca Al Qur’an dan Hadist.
Aspek Metode
Kalau berpacu pada orientasi kurikulum sekarang, metode sudah jelas, walaupun belum mencantumkan tentang metode apa yang harus digunakan oleh guru dalam menyampaikan materi. Ini juga sampai membuat lengah bagi guru yang akan mengajar, karena ini dapat dipahami bahwa tanpa dicantumkan guru harus pandai-pandai menggunakan metode apa saja yang cocok dalam setiap materi.
Tiap guru yang menginginkan sukses harus mengadakan persiapan yang baik termasuk metode apa yang perlu digunakan. Akan tetapi persiapan disini bukanlah menentukan bahan atau kegiatan untuk mengisi waktu dengan mengikuti langkah-langkah yang ditentukan oleh buku pelajaran. Agar pelajaran efektif persiapan guru seharusnya. Merencanakan fokus-fokus yang memberi kebulatan pelajaran mendorong anak memikirkan masalah / pokok-pokok tertentu.

Waktu
Ketentuan program studi bahan antara lain:
- Minggu efektif dalam 1 tahun (2 sistem) adalah 34 minggu dan jam sekolah efektif perminggu minimal 30 jam (1800 menit)
- Satu jam pelajaran tetap muka dilaksanakan selama 45 menit. Jadi jika Fiqih satu minggu Cuma 1 kali pertemuan, maka hanya 45 menit saja waktu tatap muka. Apakah mungkin seorang guru mengajar dari tujuan pembelajaran Al-Qur'an dan hadits?

Media
Media merupakan alat peraga dalam rangka membantu KBM (kegiatan belajar mengajar) yang meliputi hardware dan software (perangkat keras dan perangkat lunak).
Evaluasi
Evaluasi adalah kegiatan pengumpulan data untuk mengukur sejauh mana tujuan sudah tercapai, dan secara garis besar dalam pelajaran Al-Qur'an dan hadits kelas IV masih perlu adanya evaluasi kurikulum di dalam metode tersebut. dan tentunya alat evaluasi yang digunakan dapat digolongkan menjadi 2 macam yaitu test dan non test.

IV. PENUTUP
Demikian makalah yang kami sampaikan, tentunya masih banyak kesalahan dan kekurangan. Untuk itu saran dan kritik yang konstruktif sangat kami harapkan guna perbaikan makalah selanjutnya. Semoga makalah ini bermanfaat bagi kita semua, amin.



DAFTAR PUSTAKA
Arikunto, Suharsimi, Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan, Jakarta: Bumi Aksara, 1999.
Departemen Agama RI Kurikulum 2006, Pedoman Umum Pengembangan Silabus Madrasah Ibtidaiyah, Jakarta: Direktorat Jenderal Kelembagaan Agama Islam, 2006.
Mulyasa, E., KBK, Konsep, Karakteristik dan Implementasi, Bandung: Rosda Karya, 2004.
Mursal dan S. Nasution, Mengajar dengan Sukses, Bandung: Jemmars, 1993.
Wasty, Psikologi Pendidikan, PT. Rineka Cipta, Malang, 1990.

0 Komentar:

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

Link ke posting ini:

Buat sebuah Link

<< Beranda